Lembar Penilaian Juri Lomba Mewarnai Anak TK: Kriteria Mudah + Template Penilaian Siap Pakai

Artikel ini ditujukan untuk panitia lomba di TK/PAUD, guru kelas, dan relawan juri (termasuk orang tua) yang ingin menilai karya anak dengan cara yang cepat, konsisten, dan minim drama.
Kalau Ayah Bunda sedang menyiapkan lomba 17-an, class meeting, atau acara sekolah, template di bawah bisa langsung dicetak. Tinggal pilih format (cepat atau detail), tulis nomor peserta, lalu mulai menilai.
Lomba mewarnai untuk anak TK itu unik: yang dinilai bukan sekadar “bagus seperti orang dewasa”, tapi sesuai tahap perkembangan. Anak usia 4–6 tahun masih menguatkan motorik halus, kontrol tekanan crayon, dan fokus. Jadi, lembar penilaian terbaik adalah yang menghargai usaha dan proses, tanpa mengorbankan rasa “kompetisi yang adil”.
Secara umum, sumber pendidikan anak usia dini menekankan praktik yang sesuai perkembangan (developmentally appropriate) dan pengalaman seni yang fokus pada proses, bukan hanya hasil akhir. Ayah Bunda bisa baca rujukan NAEYC tentang process-focused art experiences dan prinsip DAP (Developmentally Appropriate Practice) di dokumen posisi NAEYC.
Untuk gambaran milestone motorik halus usia prasekolah, Ayah Bunda bisa lihat booklet CDC Milestone Moments. Intinya: pada usia TK, wajar jika anak masih belajar mengontrol garis dan tekanan crayon—jadi rubrik harus realistis dan menghargai usaha.
Butuh bahan lomba tambahan? Cek koleksi printable di Download Gratis, atau paket lengkap di Paket Belajar. Untuk latihan yang nyambung dengan karakter, ada worksheet adab anak muslim dan aktivitas bentuk di worksheet gunting-tempel mengenal bentuk.
Ringkasan
Lembar penilaian yang baik membuat juri menilai cepat dan konsisten, panitia mudah rekap, dan orang tua paham alasan pemenang. Kunci utamanya: pilih 5–8 kriteria yang sederhana, gunakan rubrik skor (mis. 1–5) agar tidak “feeling”, lalu buat alur penjurian 2 ronde (seleksi cepat → final).
Di bawah ini ada 3 template siap pakai (100 poin, rubrik 5×5, dan rekap nilai), plus tips anti bias, aturan “anak mewarnai sendiri”, serta contoh kalimat pengumuman supaya acara tetap adem.
Daftar Isi
- Ringkasan
- Daftar Isi
- Inti Penting
- Tujuan Lembar Penilaian dan Prinsip Fair Play
- Kriteria Penilaian yang Mudah Dipakai Juri
- Rubrik Skor 1–5 Biar Juri Konsisten
- Template Lembar Penilaian Siap Pakai
- Alur Penjurian yang Cepat dan Transparan
- Aturan Lomba Agar Anak Benar-Benar Mewarnai Sendiri
- Tips Panitia Mengurangi Protes Orang Tua
- Contoh Kasus dan Cara Memutuskan
- Apa yang Jarang Dibahas
- FAQ
- Daftar Istilah
- Penutup
Inti Penting
- Pakai 5 kriteria inti + bobot jelas (total 100) agar semua juri menilai dengan “bahasa” yang sama.
- Gunakan rubrik 1–5 per kriteria (deskripsi singkat) supaya nilai tidak berubah-ubah antar karya.
- Nomori karya secara anonim; juri menilai tanpa melihat nama sekolah/kelas/anak.
- Buat 2 ronde: ronde 1 pilih Top 10–20% cepat, ronde 2 nilai detail untuk juara 1–3 & harapan.
- Tutup celah bantuan orang dewasa dengan aturan sederhana + pengawasan yang ramah anak.
Tujuan Lembar Penilaian dan Prinsip Fair Play
Tujuan lembar penilaian bukan cuma menentukan juara. Yang lebih penting: membuat proses penjurian terukur, transparan, dan ramah anak. Anak TK akan mengingat pengalaman lombanya—apakah ia merasa dihargai, berani mencoba lagi, dan bangga dengan hasil sendiri.
Prinsip utama penilaian anak TK
- Sesuai perkembangan: nilai keterampilan yang wajar untuk usia prasekolah, bukan standar ilustrator dewasa.
- Proses dihargai: karya yang menunjukkan usaha (mengisi bidang, memilih warna, mencoba gradasi sederhana) layak dapat poin, meski belum sempurna.
- Konsisten antar juri: rubrik membantu semua juri punya patokan yang sama.
- Adil antar peserta: nomor anonim, alat dan waktu yang sama, serta aturan bantuan yang tegas.
- Minim bias: juri fokus pada karya, bukan siapa anaknya, siapa gurunya, atau siapa orang tuanya.
Kalau Ayah Bunda ingin membangun suasana “kompetisi sehat”, tambahkan juga penghargaan non-juara (mis. “Paling Berani Coba”, “Paling Ceria”, “Paling Tekun”). Ini membantu lebih banyak anak pulang dengan rasa bangga, terlepas dari menang atau tidak.
Apa yang sebaiknya tidak dinilai (biar adil)
Beberapa hal sering membuat penilaian jadi “nggak fair”, terutama jika lomba terbuka untuk TK A dan TK B.
- Tingkat “mahir” seperti orang dewasa: jangan jadikan shading kompleks atau gradasi profesional sebagai syarat utama menang.
- Gaya gambar di luar lembar: kalau semua peserta mewarnai lembar yang sama, fokuslah pada pewarnaan, bukan menggambar tambahan yang tidak diizinkan.
- Alat mahal: hindari mengunggulkan peserta yang pakai pensil warna premium. Samakan alat atau batasi jenis alat.
- Kecepatan: cepat belum tentu baik. Pada TK, fokus lebih penting daripada cepat selesai.
Kalau panitia ingin memasukkan “kreativitas”, buat definisi yang sederhana: mis. pilihan warna yang menarik, ada variasi warna dalam satu objek, atau ada pola yang konsisten—bukan teknik level SMP.
Kriteria Penilaian yang Mudah Dipakai Juri
Di lapangan, juri butuh kriteria yang “keliatan” dan cepat diputuskan. Berikut 5 kriteria inti yang paling aman dipakai untuk TK. Ayah Bunda bisa pakai semua, atau pilih 4–6 kriteria sesuai waktu.
Kerapian dan kebersihan
Ini menilai seberapa bersih hasil akhir: tidak banyak noda di luar gambar, kertas tidak kusut/robek, dan pewarnaan tidak terlalu berantakan. Tips rubrik: bedakan antara “ada sedikit coretan wajar” vs “banyak noda mengganggu”.
Ketepatan di bidang/garis
Bukan berarti harus 100% rapi. Untuk TK, yang dinilai adalah usaha mengikuti bidang: sebagian besar warna berada di area yang benar, dan jika ada keluar garis, tidak dominan.
Harmoni warna dan kontras
Nilai apakah warna “enak dilihat” dan tidak saling menghilangkan. Juri tidak perlu teori rumit. Cukup cek: ada kombinasi warna yang konsisten, ada kontras (mis. langit biru, matahari kuning), dan tidak semua bagian jadi satu warna gelap.
Kreativitas dan keunikan ide
Kreativitas versi TK itu sederhana: memilih warna yang tidak biasa tapi masuk akal, memberi detail kecil (mis. titik-titik pada baju, pola awan), atau menyelesaikan gambar dengan “niat” (mis. ada variasi warna pada satu objek). Hindari memberi poin hanya karena “warna pelangi di semua tempat”.
Kesesuaian tema dan “cerita” gambar
Apakah karya terasa sesuai tema lomba (mis. 17 Agustus, hewan, sekolah, lingkungan) dan tidak asal menimpa semua bidang tanpa arah. Juri bisa menilai dari konsistensi: mis. bendera merah-putih jelas, atau objek utama paling menonjol.
Catatan: jika lomba memakai lembar gambar yang sama untuk semua peserta, “kesesuaian tema” biasanya tinggi. Maka, fokuskan skor di kerapian, ketepatan bidang, dan harmoni warna.
Rubrik Skor 1–5 Biar Juri Konsisten
Rubrik 1–5 membuat penilaian jauh lebih stabil daripada skor “0–100 langsung”. Skor 1–5 juga cepat karena juri tinggal memilih level yang paling mendekati.
Contoh deskriptor skor (biar nggak “feeling”)
Ayah Bunda bisa pakai deskripsi umum berikut untuk semua kriteria, lalu tambahkan contoh kecil jika perlu.
- 5 (Sangat baik): sangat rapi/tepat, hampir tidak ada noda/keluar garis, terlihat usaha tinggi dan konsisten.
- 4 (Baik): rapi dan konsisten, ada sedikit kekurangan tetapi tidak mengganggu.
- 3 (Cukup): beberapa bagian rapi, beberapa bagian masih kosong/keluar garis, tapi gambar masih enak dilihat.
- 2 (Kurang): banyak bagian tidak diisi, banyak keluar garis/noda, komposisi warna kurang jelas.
- 1 (Sangat kurang): minim pewarnaan, sangat berantakan, sulit dinilai karena tidak selesai.
Dengan deskriptor ini, dua juri yang berbeda akan lebih mungkin memberi skor yang mirip, karena patokannya sama.
Cara kalibrasi juri 5 menit sebelum mulai
- Panitia siapkan 3 contoh karya (bisa dari tahun lalu atau contoh dummy): satu bagus, satu sedang, satu kurang.
- Semua juri memberi skor cepat memakai rubrik.
- Bandingkan selisih skor. Kalau ada juri terlalu “pelit” atau terlalu “royal”, sepakati penyesuaian patokan.
- Sepakati bobot (mis. ketepatan garis 25 poin paling besar) dan aturan tie-breaker.
Kalibrasi singkat ini biasanya cukup untuk mengurangi beda nilai ekstrem.
Template Lembar Penilaian Siap Pakai
Di bagian ini Ayah Bunda bisa copy-paste, lalu print A4. Jika ingin cepat, pakai Template 100 poin. Jika lomba besar (banyak peserta), pakai rekap nilai agar panitia tidak pusing.
Template cepat 100 poin (paling praktis)
Rekomendasi: lomba 20–200 peserta, 2–5 juri, waktu penjurian terbatas.
| Identitas | Keterangan |
|---|---|
| Nama acara / sekolah | ______________________________ |
| Tema lomba | ______________________________ |
| Nama juri | ______________________________ |
| Nomor peserta | __________ |
| Kriteria | Bobot (maks) | Nilai | Catatan singkat (opsional) |
|---|---|---|---|
| Kerapian & kebersihan | 20 | ____ | __________________________ |
| Ketepatan di bidang/garis | 25 | ____ | __________________________ |
| Harmoni warna & kontras | 20 | ____ | __________________________ |
| Kreativitas (pilihan warna/detail sederhana) | 20 | ____ | __________________________ |
| Kesesuaian tema & fokus objek utama | 15 | ____ | __________________________ |
| Total | 100 | ____ |
Catatan: Jika lomba dibagi TK A & TK B, tetap pakai kriteria yang sama, tapi bandingkan hanya dalam kelompoknya.
Template rubrik 5×5 (lebih detail)
Rekomendasi: lomba kecil-menengah (10–80 peserta) atau saat panitia ingin penilaian yang lebih “jelas alasannya”. Juri memberi skor 1–5, lalu panitia mengalikan dengan bobot.
| Kriteria | Bobot | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Kerapian & kebersihan | 4 | Banyak noda/robek | Noda cukup mengganggu | Ada noda kecil | Rapi, noda minim | Sangat rapi, bersih |
| Ketepatan di bidang/garis | 5 | Banyak keluar garis | Cukup sering keluar | Sebagian besar tepat | Hampir semua tepat | Sangat tepat & stabil |
| Harmoni warna & kontras | 4 | Warna “acak”, kusam | Kurang serasi | Cukup serasi | Serasi, kontras oke | Sangat serasi, hidup |
| Kreativitas (detail/pola sederhana) | 4 | Minim variasi | Sedikit variasi | Variasi wajar | Detail/pola menarik | Unik, tetap rapi |
| Kesesuaian tema & fokus objek | 3 | Tema tidak jelas | Kurang fokus | Fokus cukup | Fokus jelas | Sangat jelas & kuat |
Cara hitung: Skor akhir = (Skor 1–5 × Bobot) dijumlahkan. Total bobot = 20, jadi skor maksimal 100.
| Nomor peserta | Kerapian (×4) | Ketepatan (×5) | Harmoni (×4) | Kreativitas (×4) | Tema (×3) | Total |
|---|---|---|---|---|---|---|
| _____ | __ | __ | __ | __ | __ | ____ |
Template rekap nilai (untuk panitia)
Template ini untuk menggabungkan nilai beberapa juri. Cocok jika ada 3–7 juri dan peserta banyak.
| No. Peserta | Juri 1 | Juri 2 | Juri 3 | Juri 4 | Juri 5 | Rata-rata | Peringkat |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 001 | __ | __ | __ | __ | __ | __ | __ |
| 002 | __ | __ | __ | __ | __ | __ | __ |
| 003 | __ | __ | __ | __ | __ | __ | __ |
Tip cepat: kalau panitia pakai spreadsheet, cukup hitung rata-rata dan sort. Untuk menghindari outlier, bisa pakai “rata-rata tanpa nilai tertinggi & terendah” (trimmed mean) jika juri banyak.
Alur Penjurian yang Cepat dan Transparan
Walau template sudah ada, hasil akhir tetap dipengaruhi alur. Ini alur yang paling sering berhasil di sekolah karena cepat dan mudah dijelaskan.
Sistem nomor anonim (anti bias)
- Panitia menempel nomor peserta di belakang kertas (bukan di depan).
- Saat waktu lomba habis, karya dikumpulkan, lalu disusun acak.
- Juri menilai hanya berdasarkan nomor, bukan nama/kelas.
Nomor anonim ini sederhana, tapi dampaknya besar: mengurangi bias “anak siapa” dan mengurangi potensi komplain.
Ronde penyaringan dan final
Ronde 1 (seleksi cepat): juri melihat semua karya sekilas, lalu memberi tanda “layak top” (mis. pakai stiker kecil di belakang). Targetnya menyisakan 10–20% karya terbaik. Di ronde ini jangan hitung detail—cukup pilih yang paling menonjol.
Ronde 2 (final): nilai detail hanya pada karya yang lolos ronde 1 dengan template (100 poin atau rubrik 5×5). Waktu juri lebih hemat, tapi hasil tetap solid.
Tie-breaker yang adil saat nilai seri
Sebelum menilai, sepakati aturan seri. Contoh yang mudah:
- Jika seri, lihat skor “Ketepatan di bidang/garis” yang paling tinggi.
- Jika masih seri, lihat “Harmoni warna”.
- Jika masih seri, juri diskusi singkat dan pilih yang paling konsisten di seluruh bidang (bukan hanya bagian tertentu).
Dengan aturan ini, panitia tidak bingung saat hasil sangat ketat.
Aturan Lomba Agar Anak Benar-Benar Mewarnai Sendiri
Masalah terbesar lomba mewarnai TK biasanya bukan rubrik, tapi “karya dibantu orang dewasa”. Solusinya bukan marah-marah, melainkan bikin aturan yang jelas dan realistis.
Aturan bantuan orang tua & guru (jelas dari awal)
- Orang tua/guru tidak diperbolehkan memegang alat warna atau ikut mengoreksi.
- Orang dewasa hanya boleh memberi dukungan verbal (“ayo lanjut”, “Ayah Bunda bisa”), bukan instruksi teknis detail.
- Jika anak meminta tolong, panitia membantu hal non-teknis: meraut pensil, membuka tutup crayon, atau mengganti crayon patah.
- Jika lomba di rumah (online), minta video singkat proses mewarnai 10–20 detik sebagai bukti (opsional).
Aturan ini juga membantu anak belajar mandiri. Jika Ayah Bunda ingin bahas perilaku anak saat kompetisi (mis. “ngotot” atau “minta dibantu”), baca juga artikel parenting tentang anak suka berbohong usia SD—meski beda usia, prinsip komunikasi jujur dan batasan yang jelas tetap relevan.
Pilihan alat, kertas, dan batasannya
Untuk adil, samakan alat atau setidaknya batasi jenis alat. Contoh aturan yang mudah:
- Boleh: crayon / pensil warna (pilih salah satu).
- Tidak boleh: cat air, glitter, pastel minyak (jika tidak disediakan merata).
- Kertas: A4 80–100 gsm, gambar dicetak sama untuk semua.
- Wajib tulis nomor peserta di belakang.
Jika panitia menyediakan crayon, pastikan jumlah warna sama untuk semua peserta. Kalau peserta bawa sendiri, cantumkan “alat standar” di pengumuman.
Durasi lomba + briefing anak yang ramah TK
Durasi ideal TK biasanya 30–60 menit, tergantung kompleksitas gambar. Briefing anak harus singkat, jelas, dan positif:
- “Warnai yang rapi dan penuh ya.”
- “Pilih warna yang Ayah Bunda suka, tapi usahakan cocok.”
- “Yang penting Ayah Bunda kerjakan sendiri.”
Jangan terlalu banyak larangan, karena anak bisa tegang. Cukup 3 aturan utama: rapi, selesai, sendiri.
Tips Panitia Mengurangi Protes Orang Tua
Komplain biasanya muncul karena orang tua tidak tahu “apa yang dinilai”. Jadi, kuncinya adalah komunikasi sebelum lomba dan transparansi setelahnya.
Contoh narasi pengumuman kriteria (siap copas)
Contoh teks 1 (singkat):
“Penilaian lomba mewarnai TK menggunakan 5 kriteria: kerapian, ketepatan di bidang, harmoni warna, kreativitas sederhana, dan kesesuaian tema. Total nilai 100. Mohon anak mewarnai sendiri tanpa bantuan orang dewasa.”
Contoh teks 2 (lebih lengkap):
“Penilaian dilakukan secara anonim berdasarkan nomor peserta. Juri menilai konsistensi pewarnaan (rapi & bersih), ketepatan di bidang, kombinasi warna, serta usaha dan kreativitas yang sesuai usia TK. Semua peserta menggunakan lembar gambar yang sama dan waktu yang sama.”
Tampilkan kriteria di awal, bukan setelah menang
Tempel poster kecil “Kriteria Penilaian” di area lomba atau slide di layar. Jika lomba online, kirimkan infografik 1 halaman lewat grup WA. Ini mengurangi “kaget” saat hasil diumumkan.
Dokumentasi foto & arsip nilai (biar aman)
Simpan foto 10 besar dan lembar nilai final minimal sampai acara selesai. Jika ada protes, panitia bisa menjelaskan berdasarkan rubrik, bukan debat selera.
Tips tambahan: buat 1 foto “tampilan kriteria” saat dipasang. Ini membantu menunjukkan bahwa aturan sudah diumumkan sejak awal.
Contoh Kasus dan Cara Memutuskan
Agar juri lebih yakin, berikut contoh situasi yang sering terjadi dan cara memutuskan memakai rubrik (bukan perasaan).
Kasus 1: Rapi tapi “biasa”
Karya A sangat rapi, hampir tidak keluar garis, tapi warna cenderung “standar” (mis. semua objek 1 warna). Karya B sedikit kurang rapi, tapi harmoni warna bagus dan ada detail kecil. Solusi: lihat bobot. Jika bobot ketepatan garis paling besar, Karya A bisa unggul. Jika panitia ingin menonjolkan kreativitas, Karya B bisa menang—asal tetap sesuai rubrik dan selisihnya jelas.
Kasus 2: Kreatif tapi banyak keluar garis
Ini sering terjadi pada anak yang “berani” tapi motorik halusnya belum kuat. Di sini rubrik membantu: kreativitas boleh tinggi, tapi ketepatan bidang tetap menahan skor. Biasanya karya seperti ini cocok untuk “juara harapan” atau “penghargaan khusus”, bukan juara utama.
Kasus 3: Warna gelap tapi konsepnya kuat
Beberapa anak suka menekan crayon kuat sehingga warna jadi gelap. Jangan otomatis dikurangi besar-besaran. Lihat kebersihan dan harmoni: jika gelapnya konsisten, tidak kotor, dan objek tetap jelas, skor harmoni bisa tetap baik. Yang perlu turun adalah bila gelap membuat detail hilang atau kertas jadi kotor.
Apa yang Jarang Dibahas
Bagian ini membahas hal-hal kecil yang sering “mengacaukan” lomba mewarnai, padahal bisa dicegah dengan langkah sederhana.
1) Bias kelas/kelompok. Kalau juri adalah guru di sekolah yang sama, bias bisa muncul tanpa sadar (mis. mengenali gaya anak). Solusinya: gunakan nomor anonim dan campur semua karya sebelum dinilai. Jika memungkinkan, libatkan 1 juri tamu dari luar sekolah.
2) “Karya dibantu” bukan selalu niat curang. Banyak orang tua membantu karena anak frustrasi, crayon patah, atau waktunya mepet. Jadi, pencegahannya harus realistis: siapkan relawan untuk bantuan teknis (meraut, ganti crayon), dan buat pengumuman bahwa dukungan verbal boleh, tapi tangan orang dewasa tidak boleh ikut.
3) Rubrik harus cocok dengan gambar. Jika lembar gambar sangat detail (garis kecil banyak), anak TK akan lebih sering keluar garis. Di kondisi ini, jangan menjadikan “ketepatan garis” terlalu dominan. Bobot yang terlalu besar akan membuat juara ditentukan oleh siapa yang kebetulan mendapat gambar yang “lebih mudah” di bagian tertentu. Pilih gambar yang garisnya tebal dan bidangnya cukup besar.
4) Skor juri bisa “melenceng” karena lelah. Menilai 200 karya berturut-turut itu melelahkan. Solusi: pakai 2 ronde, beri jeda 5–10 menit, dan batasi penilaian detail hanya untuk finalis. Ini juga alasan mengapa rubrik 1–5 lebih aman daripada skor 0–100 “langsung”.
5) Jangan lupa pengalaman anak. Setelah lomba, berikan umpan balik singkat yang membangun. Tidak perlu panjang. Cukup satu kalimat seperti “warnanya ceria” atau “Ayah Bunda rapi sekali”. Ini membuat anak pulang dengan perasaan berhasil, terlepas dari menang atau tidak. Prinsipnya: lomba adalah momen belajar, bukan sekadar seleksi.
Jika Ayah Bunda ingin menyiapkan kegiatan pendamping agar anak lebih siap (tanpa drilling berlebihan), gunakan lembar latihan ringan dari SolusiParentingAnak.com dan kombinasikan dengan kegiatan motorik halus seperti gunting-tempel, menempel stiker, atau tracing.
FAQ
Berapa jumlah juri yang ideal untuk lomba mewarnai TK?
Idealnya 3–5 juri. Tiga juri sudah cukup untuk meredam bias (nilai dirata-rata). Jika peserta sangat banyak, tambah juri atau pakai sistem 2 ronde agar penjurian tetap cepat.
Bagaimana mencegah karya dibantu orang tua?
Terapkan nomor anonim, larang orang dewasa memegang alat warna, dan sediakan relawan untuk bantuan teknis (meraut, ganti crayon). Jika lomba online, minta video singkat proses sebagai opsi tambahan.
Bolehkah anak memakai mix media (crayon + spidol + pensil warna)?
Boleh jika semua peserta punya kesempatan yang sama. Jika tidak, batasi 1 jenis alat agar adil. Mix media cenderung menguntungkan anak yang punya alat lebih lengkap.
Perlu dibagi kelompok usia (A & B) atau digabung?
Sangat disarankan dipisah (mis. TK A 4–5 tahun dan TK B 5–6 tahun) karena perbedaan motorik halusnya signifikan. Jika terpaksa digabung, kurangi bobot “ketepatan garis” dan perbanyak penghargaan kategori.
Bagaimana membuat sertifikat & komentar yang bikin anak bangga?
Tambahkan 1 kalimat spesifik di sertifikat atau stiker: “Warnanya ceria”, “Ayah Bunda tekun sampai selesai”, atau “Kombinasi warnanya bagus”. Spesifik membuat anak merasa dilihat dan dihargai.
Daftar Istilah
- Rubrik
- Patokan penilaian yang menjelaskan ciri-ciri skor (mis. 1–5) agar juri konsisten.
- Bobot
- Nilai “porsi” tiap kriteria. Misalnya ketepatan garis bobotnya lebih besar daripada kreativitas.
- Anonim (nomor peserta)
- Penilaian tanpa nama peserta untuk mengurangi bias.
- Ronde penjurian
- Tahapan penilaian. Umumnya ronde 1 seleksi cepat, ronde 2 penilaian detail finalis.
- Motorik halus
- Kemampuan mengontrol otot kecil tangan/jari untuk aktivitas seperti mewarnai, menulis, dan menggunting.
Penutup
Kalau Ayah Bunda ingin lomba mewarnai TK berjalan lancar, fokuslah pada 3 hal: kriteria sederhana, rubrik yang jelas, dan aturan “anak mewarnai sendiri”. Setelah itu, penjurian akan terasa jauh lebih tenang karena semua pihak paham patokannya.
Silakan pilih template yang paling cocok, lalu print. Jika butuh lembar mewarnai siap lomba (garis tebal, bidang besar), Ayah Bunda bisa ambil dari koleksi gratis atau paket tematik di Paket Belajar.
Semoga acaranya sukses, anak-anak happy, dan juri bisa pulang tanpa “debat panjang” 😊
